Nasional

Presiden Diminta Diskresi Terhadap Penjajah Narkoba

JAKARTA,DETIKTIPIKORNEWS.com  : Upaya serius bandar Narkoba Internasional mengancam dan menghancurkan NKRI, jelas-jelas sudah terbukti beberapa pekan belakangan ini. Mengapa tidak, tonan Narkoba yang tertangkap oleh pihak terkait, patut diduga semua upaya itu lebih dari kejahatan luar biasa, melainkan Penjajahan untuk menghancurkan NKRI.

Buktinya, BADAN Narkotika Nasional (BNN) mencatat Tiongkok menjadi negara asal narkotika yang masuk Indonesia dengan jumlah terbesar. Setiap tahunnya 1097,6 ton prekursor dan 250 ton sabu yang sudah siap pakai masuk ke Indonesia dari ‘Negeri Tirai Bambu’. ( Prekursor merupakan bahan dasar pembuatan narkotika yang banyak digunakan produsen narkotika di dunia). ini yang tercatat saja.

Lalu, apakah harus dibiarkan begitu saja tanpa ada tindakan langsung oleh pemangku Negara ini, atau seperti biasanya, menunggu proses hukum yang berlarut-larut sampai ada penetapan hukum ?,Narkoba sudah siap siaga didepan mata, memporak-porandakan dan membunuh Generasi dan Rakyat NKRI.

Menanggapi permasalahan ini, Mas Yanto Satu Hati, terus mengajak semua elemen Bangsa Indonesia untuk ikut serta berperan aktif berjuang memerangi Narkoba di NKRI, dan yang lebih penting lagi, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo perlu lakukan Diskresi demi menyelamatkan NKRI dari penjajahan Narkoba, segera hukum mati Penjajah Narkoba dan secepatnya dieksekusi, lalu kembalikan mayatnya ke Negara asal, sebagai bentuk pernyataan sikap NKRI Siap perangi Narkoba kepada dunia dan Bandar Narkoba Internasional, tegas mas Yanto.

Mengapa tidak, seperti empat terpidana mati dalam kasus narkotika yang dieksekusi di Nusakambangan pada Jumat dini hari (29/07/2016) terdiri dari satu orang warga negara Indonesia dan tiga orang dari Nigeria, jumlah Narkotika yang ditangkap tidaklah sebanding dengan tangkapan tonan narkoba beberapa pekan belakangan ini. “Sekali lagi, saya sangat mengharapkan sekali Presiden RI, lakukanlah Diskresi demi keselamatan bangsa Indonesia, Salam satu hati”

(Diskresi adalah kebebasan pejabat mengambil keputusan menurut pertimbangannya sendiri).

Reporter : I.0405

Editor      :Zulham

Sumber   :Yanto Satu Hati

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top