Peristiwa

Wouu…Jembatan Perdagangan Menuju Batu-Bara, “Nyaris Ambruk”

SIMALUNGUN,DETIKTIPIKORNEWS.com -Jembatan, penghubung menuju Kabupeten daerah, terletak diantara Kelurahan Perdagangan 1 dan Kelurahan Perdagangan 1 Kecamatan Bandar, terancam roboh. Hal ini disebabkan, pondasi dan lantai jembatan melintasi sungai Bah bolon tersebut bertahun-tahun kupak-kapik tak tersentuh perbaikan.

Amatan Detiktipikornews, Sabtu siang (20/1) di lapangan. Terlihat beberapa pemuda melakukan tambal sulam dilantai jembatan, menurut warga Perdagangan 1, hal itu akibat pondasi jembatan terus tergerus aliran sungai, akibat tingginya pengerukan pasir yang dilakukan oleh pengusaha galian C.

Membuat badan jembatan kini mulai retak-retak dan miring beberapa derajat. Jika, dibiarkan warga khawatir bakal menyebabkan akses utama ribuan warga antar Kabupaten desa akan mengalami terganggu.

Sinaga (50) salah seorang pengemudi bus mengaku seringkali melintas dilokasi jembatan mengatakan, akibat pondasi akses jembatan satu-satunya bisa dilintasi semakin lama mengantung, jembatan sepanjang dua puluh meter dan dengan lebar enam meter tersebut terus mengalami retak-retak.

“Posisi jembatan sekarang kalau diamati sudah terlihat tergantung kemudian miring, kalau lagi melintas khususnya truk sedang bermuatan berat, terasa bergetar kencang, kami khawatir kalau jembatan ini ambruk. Apalagi, sejak musim hujan belakangan retak jembatan meluas,” kata Sinaga ketika dibincangi di lokasi, Sabtu (20/1).

Dia mengatakan, selain merupakan akses utama masyarakat Kabupaten desa menuju Kota Kabupaten untuk mengangkut hasil pertanian dan pengangkutan lainnya, jembatan telah berdiri sekitar tahun 1990 tersebut jantung perekonomian masyarakat di desa Kecamatan Kabupaten Simalungun.

“Dulu ketika ada gempa didaerah lain memang pernah hampir patah jembatan ini, tetapi berhasil diperbaiki. Sekarang malah kembali rusak, kerusakannya paling parah akibat tergerus aliran sungai Bah bolon tersebut,” tambah Sinaga.

Warga mengharapkan, pemerintah kabupaten melalui instansi terkait segera mengambil langkah untuk melakukan perbaikan terhadap jembatan utama menuju ke Kabupaten Kota desa tersebut. Karena jika dibiarkan galian C yang beroperasi tak jauh dari jembatan, dikhawatirkan akan menelan korban jiwa.

“Kalau hanya dibiarkan, kami khawatir jembatan ini ambruk dan menelan korban jiwa. Apalagi, mobil dan motor khususnya, kendaraan yang bermuatan berat yang melintas mencapai puluhan,” ucapnya.

Camat Bandar Samsul Pangaribuan kepada wartawan membenarkan,  kondisi lantai jembatan tersebut mulai kupak-kapik.”Kita sudah menerima laporan dari warga terkait jembatan utama kini sudah kupak-kapik. Warga dua Kelurahan belakangan ini sudah melakukan upaya gotong-royong melakukan tambal sulam.

Laporan ini akan langsung kami teruskan ke Dinas Pekerjaan Umum dan ditembuskan ke Bupati. Kerusakanya mulai semakin parah sepekan terakhir,” kata Samsul. Sabtu (20/1)

Reporter : (B.Tamsar)

Editor      :Zulham

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top